"Jika kamu demam, kamu khawatir tentang bayimu? Apakah kamu bertanya -tanya apakah demam ibumu akan ditularkan ke bayimu?"
Bayi itu adalah anggota keluarga yang berharga, jadi jika sang ibu sakit, seluruh keluarga khawatir. Secara khusus, ada banyak orang tua yang cemas bahwa mereka akan mempengaruhi bayi jika mereka demam. Inilah sebabnya kami akan belajar lebih banyak tentang apakah demam ibu ditularkan ke bayi dan apa yang harus dilakukan ketika ibu demam.
Akankah ibuku demam, bayinya akan ditularkan ke bayi?
Sebagai kesimpulan, kolom ibu itu sendiri tidak secara langsung ditransmisikan ke bayi. Karena panas adalah gejala tubuh kita dalam proses melawan virus atau bakteri, panas itu sendiri tidak ditularkan. Tetapi jika ibumu kedinginan dan demam, virus dingin dapat ditularkan ke bayi.
Bagaimana kabarmu saat ibumu demam
Istirahat yang cukup: Ibu harus rileks dan menyimpan tubuhnya.
Kelembaban: Anda perlu sering minum air hangat untuk mengendalikan suhu tubuh dan mencegah dehidrasi.
Obat -obatan: Anda dapat menghilangkan gejala dengan menggunakan obat antivirus seperti partikel antipyretic dingin, akar Panam, dll.
Perawatan rumah sakit: Jika panas tetap ada setidaknya 38,5 derajat atau disertai dengan gejala lain, Anda harus mengunjungi rumah sakit dan menerima diagnosis dan perawatan yang akurat. Terutama jika Anda memberi makan bayi Anda, Anda harus menilai lebih hati -hati.
Memeriksa apakah infeksi bakteri: Jika Anda disertai dengan infeksi bakteri, Anda harus mengonsumsi antibiotik seperti cepalosporin dan penisilin di bawah bimbingan seorang dokter.
Panas ibu tidak secara langsung ditularkan ke bayi, tetapi hati -hati karena virus dingin dapat ditularkan ke bayi. Ibu memiliki cukup istirahat, makan banyak kelembaban, dan jika perlu, ada baiknya menerima perawatan medis di rumah sakit. Penting untuk mempertahankan lingkungan yang bersih dan meningkatkan kekebalan.
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan ahli Anda kapan saja.
Perhatian: Di atas adalah informasi umum dan dapat bervariasi tergantung pada kesehatan individu. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk diagnosis dan perawatan yang akurat.
